Novel terbaru karya Andrea Hirata telah terbit. Kali ini merupakan sebuah dwilogi dengan judul Padang Bulan dan Cinta dalam Gelas. Seperti novel-novel Andrea lainnya, dwilogi ini juga mampu membius saya pribadi untuk tidak berhenti membacanya (terima kasih untuk seseorang yang memberikan buku ini untuk saya,Luv U ^-^ he).
Novel Andrea sebelumnya merupakan sebuah tetralogi dengan empat buku berbeda,namun kali ini Andrea mampu memberikan ide segar yang membuat saya semakin kagum. Dwiloginya terbit dalam satu buku dengan dua sisi yang berbeda,bener-benar ide brilliant.
Bagian pertama berjudul Padang Bulan,berisi mengenai kelanjutan cerita mengenai A Ling, dan juga Enong tokoh sebenarnya dari maryamah karpov tetapi jarang disebut. Tetapi saya masih sedikit kecewa mengenai kisah cinta Ikal, endingnya masih kurang greget dan terkesan masih mengambang.
Tapi banyak juga hal menarik,dari awal emosi sudah diaduk “melihat” bagaimana potret kebahagiaaan yang begitu sederhana, tekad yang membuat saya iri dan malu tidak memilikinya. Enong bahkan tidak malu harus ikut kursus bahasa inggris bersama anak-anak yang berusia jauh dibawahnya.
Banyak sisi diceritakan, ada tangis, haru, kecewa, dan juga tawa. Hal yang paling lucu menurut saya adalah ketika Ikal merasa kalah dalam segala hal oleh Zinar lalu memutuskan cara terakhir adalah dengan tinggi badan. Bukannya semakin tinggi tapi alat yang sangat dipujanya itu hamper saja membuatnya mati gantung diri,haha(bagian ini membuat saya tertawa sampai ngakak).
Secara keseluruan novel ini menarik, patut dibaca dan mengesankan, banyak pelajaran yang bisa diambil, diresapi tapi tidak terkesan menggurui. Masalah berapa harganya, lumayan lah, itu uang saku saya dikos-kosan selama seminggu.haha. Baiklah,sekian dulu sedikit ulaasan mengenai novel ini, novel selanjutnya insyaAllah akan saya posting secepatnya. Terima Kasihhh…….
Novel terbaru karya Andrea Hirata telah terbit. Kali ini merupakan sebuah dwilogi dengan judul Padang Bulan dan Cinta dalam Gelas. Seperti novel-novel Andrea lainnya, dwilogi ini juga mampu membius saya pribadi untuk tidak berhenti membacanya (terima kasih untuk seseorang yang memberikan buku ini untuk saya,Luv U ^-^ he).
Novel Andrea sebelumnya merupakan sebuah tetralogi dengan empat buku berbeda,namun kali ini Andrea mampu memberikan ide segar yang membuat saya semakin kagum. Dwiloginya terbit dalam satu buku dengan dua sisi yang berbeda,bener-benar ide brilliant.
Bagian pertama berjudul Padang Bulan,berisi mengenai kelanjutan cerita mengenai A Ling, dan juga Enong tokoh sebenarnya dari maryamah karpov tetapi jarang disebut. Tetapi saya masih sedikit kecewa mengenai kisah cinta Ikal, endingnya masih kurang greget dan terkesan masih mengambang.
Tapi banyak juga hal menarik,dari awal emosi sudah diaduk “melihat” bagaimana potret kebahagiaaan yang begitu sederhana, tekad yang membuat saya iri dan malu tidak memilikinya. Enong bahkan tidak malu harus ikut kursus bahasa inggris bersama anak-anak yang berusia jauh dibawahnya.
Banyak sisi diceritakan, ada tangis, haru, kecewa, dan juga tawa. Hal yang paling lucu menurut saya adalah ketika Ikal merasa kalah dalam segala hal oleh Zinar lalu memutuskan cara terakhir adalah dengan tinggi badan. Bukannya semakin tinggi tapi alat yang sangat dipujanya itu hamper saja membuatnya mati gantung diri,haha(bagian ini membuat saya tertawa sampai ngakak).
Secara keseluruan novel ini menarik, patut dibaca dan mengesankan, banyak pelajaran yang bisa diambil, diresapi tapi tidak terkesan menggurui. Masalah berapa harganya, lumayan lah, itu uang saku saya dikos-kosan selama seminggu.haha. Baiklah,sekian dulu sedikit ulaasan mengenai novel ini, novel selanjutnya insyaAllah akan saya posting secepatnya. Terima Kasihhh…….
Selengkapnya...
Bersama melihat sekeliling dengan cara yang berbeda
Padang Bulan
Langganan:
Postingan (Atom)