Kamis, 24 Februari 2011 0 komentar By: d'azzagung

Cinta di Dalam Gelas

Cinta di dalam gelas adalah novel kedua dari dwilogi terbaru Andrea Hirata. Cerita dalam novel ini merupakan kelanjutan dari bagian sebelumnya tetapi jika di bagian Padang Bulan (PD) terdapat kisah asmara Ikal dan A Ling yang menggelitik sekaligus mengharukan maka di novel kedua ini tokoh cerita bergeser ke sosok yang lain, Maryamah.
Maryamah seorang gadis cilik penyuka bahasa inggris harus memikul tanggung jawab sebagai tulang punggung keluarga pada saat dia masih duduk di kelas enam SD karena ayahnya meninggal dunia dalam kecelakaanketika sedang mendulang timah. Diiringi derai air mata ibunya, dia pergi ke Tanjong Pandan dengan harapan mendapatkan beberapa rupiah untuk keluarganya. Ternyata semuanya tak mudah, tidak ada yang mau menerimanya bekerja karena fisiknya masih sangat kecil, akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya. Dan akhirnya, dia lah pendulang timah perempuan pertama yang tercatat di memori penduduk kampung melayu.
Dan seperti itulah Maryamah menghabiskan hampir sebagian besar hidupnya, untuk mencari segenggam rupiah demi ketiga adiknya, Aina, Lana, dan Ulma, serta ibunya. Dan bahkan ketika adiknya satu persatu harus mendahuluinya menikah, dengan ketulusan yang luar biasa dia merelakan adiknya menikah terlebih dahulu.
Maryamah belum juga memperlihatkan tanda-tanda akan menikah padahal ketiga adiknya telah mendahuluinya. Hal ini membuat ibunya sakit-sakitan karna memikirkannya. Akhirnya ketika ada seorang laki-laki yang melamarnya bernama Matarom, Maryamah menerimanya. Meskipun seumur hidupnya dia tidak pernah mengenal laki-laki dan bentuk cinta lain selain cinta yang dimiliki ibu dan ayahnya.
Tetapi ternyata cinta yang dimiliki oleh perempuan yang belum tamat sekolah dasar ini berbeda. Tak ada kasih sayang yang di dapatnya, Matarom adalah seorang lelaki kasar yang tak pernah memberinya kasih sayang. Ketika seorang perempuan datang kepadanya dengan perut membuncit dan mengatakan bahwa dia anak yang dikandungnya adalah anak Matarom maka Maryamah pun meminta cerai dan tidak menyalahkan perempuan itu sama sekali.
Sudah menjadi sebuah tradisi di kampung melayu bawa setiap menjelang perayaan hari kemerdekaan maka ajkan diadakan lomba catur. Lomba ini hanya diikuti oleh kaum laki-laki. Dan sudah dua tahun berturut-turut Matarom menjadi pemenangnya. Jika mampu menjadi pemenang tiga tahun berturut-turut maka dia akan mendapatkan sebuah piala kebesaran.
Mengetahui hal ini, Maryamah bertekad akan mengalahkan Matarom demi dendamnya. Padahal dai adalah seorang perempuan yang seumur hidupnya belum pernah bermain catur dan bahkan sama sekali tidak mengerti catur itu apa.
Berhasilakah sang pendulang timah? Dan bagaimana seorang pencatur kelas dunia bias menjadi guru privatnya dan membantu berjalan menuju kemenangan?
Selamat Membaca…….;)
Selengkapnya...

Selasa, 01 Februari 2011 0 komentar By: d'azzagung

UN SMA yang Menjadi Momok

Ujian Nasional SMA/MA/SMK tahun ajaran 2010/2011 akan dilaksanakan pada tanggal 18-21 April 2011 mendatang.
Banyak aturan-aturan baru,rumor yang semakin membuat UN menjadi momok bagi siswa sma seperti saya. Menurut pengamatan saya, teman-teman saya di MAN KOTA KEDIRI 3 ini cukup memusingkan UN juga,tidak sedikit yang masih mengikuti bimbel di luar selepas pulang sekolah,padahal bimbingan juga diadakan dimadrasah mulai jam 14.00-15.30 WIB. Dari sini sudah terlihat betapa UN menjadi prioritas siswa SMA kebanyakan.

Meskipun demikian juga tidak sedikit siswa yang menganggap UN hanyalah syarat untuk mendapatkan predikat lulus berapapun nilai yang didiapatkannya. Hal ini terjadi karena nilai UN belum memiliki andil apapun untuk masuk ke PTN . hal ini tentu saja kurang sebanding dengan momok dan kerja keras yang harus dilakukan sebelum UN. Apalagi untuk masuk PTN dengan jalur SNMPTN siswa SMA harus mengerjakan soal yang terkadang tingkat kesulitannya berkali-kali lebih sulit.
Terlepas dari semua itu, UN memang membawa kontrofersi sejak dulu. Banyak siswa yang tidak lulus UN lantas bunuh diri atau menjadi gila. Jadi, yang sekarang mesti diprioritaskan adalah menjalani UN sebaik mungkin. Entah bagaimanpun nanti hasinya, jika kita sudah berusaha tentu akan dapat merasakan sebuah kepuasan tersendiri.
Dan ketika usaha telah dilakukan biarkan semuanya mengalir seperti air, yang diperlukan adalah berusaha dan berusaha. Wahai semua siswa SMA yang akan mengikuti UN mari kita berusaha.
Man jadda wa jada

Selengkapnya...