Cinta di dalam gelas adalah novel kedua dari dwilogi terbaru Andrea Hirata. Cerita dalam novel ini merupakan kelanjutan dari bagian sebelumnya tetapi jika di bagian Padang Bulan (PD) terdapat kisah asmara Ikal dan A Ling yang menggelitik sekaligus mengharukan maka di novel kedua ini tokoh cerita bergeser ke sosok yang lain, Maryamah.
Maryamah seorang gadis cilik penyuka bahasa inggris harus memikul tanggung jawab sebagai tulang punggung keluarga pada saat dia masih duduk di kelas enam SD karena ayahnya meninggal dunia dalam kecelakaanketika sedang mendulang timah. Diiringi derai air mata ibunya, dia pergi ke Tanjong Pandan dengan harapan mendapatkan beberapa rupiah untuk keluarganya. Ternyata semuanya tak mudah, tidak ada yang mau menerimanya bekerja karena fisiknya masih sangat kecil, akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya. Dan akhirnya, dia lah pendulang timah perempuan pertama yang tercatat di memori penduduk kampung melayu.
Dan seperti itulah Maryamah menghabiskan hampir sebagian besar hidupnya, untuk mencari segenggam rupiah demi ketiga adiknya, Aina, Lana, dan Ulma, serta ibunya. Dan bahkan ketika adiknya satu persatu harus mendahuluinya menikah, dengan ketulusan yang luar biasa dia merelakan adiknya menikah terlebih dahulu.
Maryamah belum juga memperlihatkan tanda-tanda akan menikah padahal ketiga adiknya telah mendahuluinya. Hal ini membuat ibunya sakit-sakitan karna memikirkannya. Akhirnya ketika ada seorang laki-laki yang melamarnya bernama Matarom, Maryamah menerimanya. Meskipun seumur hidupnya dia tidak pernah mengenal laki-laki dan bentuk cinta lain selain cinta yang dimiliki ibu dan ayahnya.
Tetapi ternyata cinta yang dimiliki oleh perempuan yang belum tamat sekolah dasar ini berbeda. Tak ada kasih sayang yang di dapatnya, Matarom adalah seorang lelaki kasar yang tak pernah memberinya kasih sayang. Ketika seorang perempuan datang kepadanya dengan perut membuncit dan mengatakan bahwa dia anak yang dikandungnya adalah anak Matarom maka Maryamah pun meminta cerai dan tidak menyalahkan perempuan itu sama sekali.
Sudah menjadi sebuah tradisi di kampung melayu bawa setiap menjelang perayaan hari kemerdekaan maka ajkan diadakan lomba catur. Lomba ini hanya diikuti oleh kaum laki-laki. Dan sudah dua tahun berturut-turut Matarom menjadi pemenangnya. Jika mampu menjadi pemenang tiga tahun berturut-turut maka dia akan mendapatkan sebuah piala kebesaran.
Mengetahui hal ini, Maryamah bertekad akan mengalahkan Matarom demi dendamnya. Padahal dai adalah seorang perempuan yang seumur hidupnya belum pernah bermain catur dan bahkan sama sekali tidak mengerti catur itu apa.
Berhasilakah sang pendulang timah? Dan bagaimana seorang pencatur kelas dunia bias menjadi guru privatnya dan membantu berjalan menuju kemenangan?
Selamat Membaca…….;)
Bersama melihat sekeliling dengan cara yang berbeda
Cinta di Dalam Gelas
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar