alam ini memang berdendang
pernah kubilang
dalam sebuah puisi untukmu
dan hari-hari yang kuhitung
dengan sangat peduli
patuh pada angka yang juga
dengan rajin kau catat
dalam diary coklat
seperti pernah kau telusuri
tubuh yang pasrah
berdesah
jalan inipun
akrab pada waktu
karib pada ruang
yang kau ciptakan dan kulipat
dengan santun dikatupan jari-jariku
menggamit doa
kita seakan menyambut belantara
menggapai hijaunya rimba
dan semak bukit
tapi jalan ini tetap saja
menyuarakan dendang
menggema
di dadamu
yang gemar menyimpan kisah
tempatku menyandarkan mimpi
0 komentar:
Posting Komentar